Tip Menghadapi Dugaan atau Ujian

Tiga langkah menghadapi dugaan

Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang mukmin yang lemah dan pada masing-masing terdapat kebaikan. Raihlah apa yang bermanfaat bagimu, minta tolonglah kepada Allah, dan jangan bersikap lemah. Jika engkau ditimpa sesuatu, jangan berkata “Andai saya berbuat begini pasti akan begitu”, tapi katakanlah “Allah telah mentakdirkannya dan apa yang dikehendaki-Nya pasti terjadi”, kerana sesungguhnya kata ‘seandainya’ membuka perbuatan syaitan. (hadis riwayat Muslim)

“Raihlah apa yang bermanfaat bagimu, minta tolonglah kepada Allah, dan jangan bersikap lemah”.

Syed Alwi Alatas menulis tentang hadis ini dalam bukunya ‘Bila Allah menduga kita’ (Mustread Sdn Bhd, 2010).

Dalam dugaan paling berat sekalipun masih tersisa sedikit manfaat. Jangan biarkan dugaan melalaikan kita dari meraih manfaat yang berbaki. Jangan biarkan kerugian dua kali, kali pertama kerana dugaan itu sendiri dan kali kedua kerana lalai dari meraih manfaat yang masih tersisa dari dugaan tersebut. Kalau tidak dapat mengambil semuanya, jangan ditinggalkan semuanya, ambillah mana yang dapat. Dugaan yang berlaku memang di luar kawalan kita, ia bukan urusan kita, ia urusan Allah, maka kita serahkan kepada Allah. Adapun manfaat yang masih tersisa dari dugaan tersebut adalah dalam kawalan kita. Ia adalah urusan kita. Ia adalah pilihan kita sama ada untuk meraihnya atau mensia-siakannya.

Allahlah sebaik-baik tempat untuk mengadu dan meminta tolong. Allah tidak pernah merasa jemu kepada hamba yang minta pertolongannya, sedang manusia senang jemu kepada orang yang asyik minta tolong. Allah pasti dapat menolong, tetapi manusia belum pasti dapat menolong.

Ketika dugaan menimpa kita, kita secara semulajadi menjadi lemah. Kelemahan ini adalah di luar kawalan kita. Kita tidak ada pilihan untuk mengelak dari berlaku demikian. Tetapi kita ada pilihan bagaimana untuk bersikap dalam menghadapi dugaan tersebut, sama ada untuk menghadapinya dengan semangat juang yang kuat atau dengan semangat yang lemah. Apa akan terjadi jika kita yang sedia lemah oleh dugaan yang menimpa menangani pula dugaan tersebut dengan lemah. Kita menjadi dua kali lemah. Masalah tidak akan selesai. Beban tidak menjadi makin ringan, malah berlipat ganda menjadi makin berat. Sedangkan jika kita bersikap kuat semangat dalam menghadapi dugaan, kita telah menghapuskan kelemahan yang menimpa kita dengan kekuatan semangat kita. Kelemahan itu menghilang dan yang tinggal hanyalah kekuatan semangat kita dan akhirnya kita akan menjadi kuat.

Tinggalkan Jawapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Tukar )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Tukar )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Tukar )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: